
Tahun 2026 diprediksi menjadi salah satu periode paling sibuk dan dinamis dalam kalender seni internasional. Berbagai museum besar, biennale bergengsi, hingga ruang seni kontemporer di seluruh dunia telah mengumumkan pameran-pameran penting yang menampilkan seniman legendaris, praktik seni lintas disiplin, serta isu-isu global yang relevan dengan zaman. Mulai dari seni klasik, modern, hingga kontemporer, dari Eropa hingga Asia, deretan pameran ini siap menarik perhatian pecinta seni, kurator, kolektor, dan publik luas.
Bagi Anda yang gemar merencanakan perjalanan seni atau sekadar ingin mengikuti perkembangan dunia seni global, berikut adalah 10 pameran seni paling dinanti pada 2026 yang patut masuk dalam agenda.
1. ArtMoments Jakarta 2026. Jakarta, Indonesia

Bursa seni tahunan ArtMoments Jakarta dipastikan kembali digelar pada 4–7 Juni 2026. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pameran ini akan berlangsung di Agora Exhibition Hall, lantai 11 Agora Mall, Jakarta. ArtMoments dikenal sebagai salah satu ajang seni rupa kontemporer terbesar di Indonesia yang mempertemukan galeri lokal dan internasional dalam satu ruang.
Puluhan galeri diperkirakan kembali berpartisipasi, menghadirkan karya seni lukis, patung, instalasi, hingga media baru. ArtMoments Jakarta bukan hanya menjadi ruang jual-beli karya seni, tetapi juga platform penting untuk membaca perkembangan seni kontemporer Indonesia dan Asia Tenggara.
2. Biennale Sydney ke-25. Sydney, Australia

Edisi ke-25 Biennale Sydney akan berlangsung dari pertengahan Maret hingga Juni 2026, menempati lima lokasi utama: White Bay Power Station, Art Gallery of New South Wales, Campbelltown Arts Centre, Chau Chak Wing Museum (University of Sydney), dan Penrith Regional Gallery.
Mengusung tema Rememory, biennale ini mengeksplorasi ruang rapuh antara mengingat dan melupakan—baik secara personal, historis, maupun kolektif. Sejumlah seniman dari berbagai negara akan menghadirkan karya yang merefleksikan trauma, ingatan, dan narasi yang terpinggirkan.
3. ‘The 90s’ di Tate Britain. London, Inggris

Setelah sukses besar dengan pameran era 1980-an, Tate Britain kembali melanjutkan eksplorasi sejarah budaya dengan menghadirkan pameran besar bertema era 1990-an pada musim gugur 2026. Dikuratori oleh Edward Enninful OBE, mantan editor British Vogue, pameran ini akan menampilkan seni rupa, mode, fotografi, dan budaya pop yang membentuk dekade ikonik tersebut.
Nama-nama besar seperti David Sims, Corinne Day, Alexander McQueen, hingga Damien Hirst akan hadir melalui karya-karya yang mendefinisikan semangat eksperimental dan pemberontakan era 90-an.
4. Raphael: Sublime Poetry. New York, Amerika Serikat

Museum Metropolitan of Art (The Met), New York, akan menggelar pameran retrospektif besar bertajuk Raphael: Sublime Poetry. Pameran ini menampilkan lebih dari 200 karya seniman Renaisans legendaris asal Italia, Raffaello Sanzio da Urbino, atau yang lebih dikenal sebagai Raphael. Lukisan, permadani, hingga seni dekoratif akan dipamerkan, termasuk mahakarya The Alba Madonna, yang menjadi salah satu karya paling dinanti publik dan peneliti seni.
5. Metamorphoses. Rijksmuseum, Amsterdam & Galleria Borghese, Roma

Pameran ambisius ini mempertemukan karya para maestro lintas zaman—dari Titian, Caravaggio, Rembrandt, hingga René Magritte dan Louise Bourgeois. Metamorphoses akan berlangsung di dua kota besar Eropa. Di Rijksmuseum, Amsterdam, pameran digelar pada 6 Februari–25 Mei 2026, sementara di Galleria Borghese, Roma, berlangsung pada 22 Juni–20 September 2026. Lebih dari 80 mahakarya akan dipamerkan, termasuk Danaë karya Titian dan Narcissus karya Caravaggio.
6. Queen Elizabeth II: Her Life in Style. London, Inggris

Pada April hingga Oktober 2026, publik akan diajak menelusuri perjalanan gaya hidup dan mode Ratu Elizabeth II melalui pameran di The King’s Gallery, Istana Buckingham. Lebih dari 100 koleksi busana, perhiasan, aksesori, serta arsip tekstil akan ditampilkan. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat sketsa busana, surat diplomatik, dan dokumentasi pribadi yang memperlihatkan bagaimana mode menjadi bagian penting dari identitas dan diplomasi kerajaan Inggris.
7. 200 Years. Edinburgh, Skotlandia

Tahun 2026 menandai 200 tahun Royal Scottish Academy. Perayaan ini akan berlangsung sepanjang tahun dengan melibatkan berbagai museum dan galeri terbesar di Skotlandia. Pameran bertajuk 200 Years menghadirkan perjalanan seni kontemporer Skotlandia selama dua abad terakhir, menjadi refleksi penting tentang identitas, tradisi, dan inovasi seni di Negeri Alba.
8. A Call of All Beings: See You Tomorrow, Same Time, Same Place. Taichung, Taiwan

Bertempat di Taichung Central Park, kawasan bekas pangkalan militer dan bandara yang kini bertransformasi menjadi ruang publik dan budaya, pameran ini menjadi penanda identitas baru taman tersebut. Berlangsung hingga 12 April 2026, pameran ini melibatkan lebih dari 80 seniman dan kolektif. Tema besar yang diangkat adalah relasi antara manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan, menjadikannya salah satu pameran seni lingkungan paling relevan di Asia.
9. Botero: Heart of Volume. Singapura

Singapura akan membuka ruang seni baru bernama IMBA Theatre pada Januari 2026. Pameran perdananya menghadirkan Botero: Heart of Volume, sebuah pameran karya seniman Kolombia Fernando Botero. Dikenal dengan figur-figur bervolume besar, warna berani, dan humor khas, karya Botero akan ditampilkan di ruang galeri hingga area luar ruangan, menciptakan pengalaman visual yang imersif di tepi laut Singapura.
10. Edvard Munch – Portraits

Kristiansand, NorwegiaSelain The Scream, Edvard Munch ternyata memiliki kekayaan karya potret yang jarang disorot. Pameran Edvard Munch – Portraits di Kunstsilo, Kristiansand, akan berlangsung pada 5 Februari–10 Mei 2026. Pameran ini menampilkan potret orang-orang terdekat Munch, termasuk karya dari koleksi pribadi yang jarang dipamerkan. Sebuah kesempatan langka untuk melihat sisi personal sang maestro ekspresionisme.

