
Ada sebuah teori mitologi dari Asia Timur bernama Red String Theory (teori benang merah). Konsep ini meyakini bahwa setiap manusia memiliki benang merah yang tak kasat mata dan saling terhubung dengan orang-orang untuk dipertemukan walau terpisah oleh jarak dan waktu, seperti belahan jiwa, sahabat, dan kejadian mendatang. Teori ini menginspirasi seorang seniman bernama Chiharu Shiota untuk menggunakan benang dalam karyanya yang berjudul Threads of Life.
Chiharu Shiota sangat terkenal dengan instalasi seni berskala besar, kali ini ia menghadirkan kembali pengalaman tersebut. Pameran yang sedang berlangsung dari tanggal 17 Februari hingga 3 Mei 2026 di Hayward Gallery London sebagai ruang presentasinya, pengunjung dapat melihat jaringan benang terstruktur indah pada langit-langit, tempat tidur yang terperangkap jaring hitam gotik, dan ribuan kunci terbang menyambut makna setiap melihatnya.
Setiap sudut karya yang dihasilkan oleh Chiharu Shiota bersifat mendalam dan emosional. Hasil tersebut bersumber dari pengalaman pribadi sang seniman yang berbekas pada masa lalu, kemudian dikembangkan menjadi empati manusia secara universal seperti kehidupan, kematian, dan hubungan. Ilustrasi dari karyanya disusun dengan irama yang terbungkus sangat indah, kehadiran sebuah makna yang getir, pengalaman kolektif, dan sebagai jalan pengingat akan hubungan unik, membuat setiap objek pameran sangat terasa.
Benang Kenangan pada The Locked Room

Instalasi ini menyuguhkan benang merah yang saling mengikat satu sama lain. Merujuk pada teori mitologi Red String Theory yang secara kolektif menghubungkan setiap manusia pasti saling terhubung, warna merah hadir diartikan sebagai garis, sirkuit, dan luka dalam sebuah kehidupan. Setiap benang merah yang mengikat, bersatu pada sebuah titik inti, yaitu kunci, instalasi kunci berjumlah 20.000 buah melayang terikat, ini menjadi sebuah simbol kepergian terburu-buru saat kehangatan baru saja terserap, kenangan berlapis yang mudah terlupakan menjadi simbol emosi masa lalu.
Daun pintu yang berjejer menjadi ingatan terbuka terhadap ikatan hubungan benang sekaligus kunci pada kenangan masa lalu. pengunjung terdorong untuk membuka diri pada pengalaman baru, ingatan menjadi inti bagi sebuah kenangan masa lalu yang hadir bagi Chiharu Shiota, merah kontras, kunci melayang, dan daun pintu terbuka, hadir dalam hubungan perasaan terlupakan di wadah berjudul The Locked Room.
Benang Gotik dalam During Sleep

Benang hitam yang mengubah suguhan sebelumnya sangat berbeda suasana. Runtutan benang hitam yang saling mengikat, menjadikan langit dari instalasi tersebut gelap, beberapa tempat tidur yang terperangkap ikatan benang hitam menambah kesan sempit sekaligus terhimpit. Keluasan dalam ruang itu berbalik pada During Sleep, kanopi filamen gelap melayang di langit-langit tempat tidur putih yang menjadi tempat istirahat pikiran.
Gambaran melodrama hadir pada penampilan karya tersebut, Chiharu Shiota menunjukkan pengalaman pribadi dirinya. Ia menceritakan masa lalu yang selalu berpindah-pindah tempat tinggal, beberapa tempat tidur menunjukkan ruang singgah yang silih berganti, setiap ikatan benang hitam menunjukkan ingatan singkat yang tiba-tiba terjadi begitu saja, seniman ingin memperlihatkan bahwa saat pindah ke tempat lain, itu terjadi seperti kehampaan sesaat. Kondisi seprai kusut dan mengembang menunjukkan tubuh baru saja beranjak keluar dari persembunyian pikiran, kondisi kosong tempat tidur menjadi ruang identitas melepaskan cengkeramannya.
Kosakata di Letter of Thanks

Untaian benang yang menghiasi langit instalasi sangat kuat akan komunikasi universal terbatas. Terdiri dari 3.000 kertas yang terikat pada masing-masing benang, menghadirkan keindahan melayang berisi tulisan ekspresi, Shiota ingin menunjukkan simbol keterbatasan juga merupakan kekuatan, ketika komunikasi verbal sulit dipahami, pesan tulisan dapat menjadi ruang pemahaman luas dari sebuah keterbatasan.
Kolaborasi tone dari suasana Letter of Thanks, menjadi manipulasi keindahan bagi pengunjung. Benang merah dengan gradasi putih langit-langit sekaligus kertas melayang, menjadi sebuah kepadatan warna dan ketegangan pesan yang sangat tepat mengkalibrasi visual, ekspresi emosi dari kosakata kertas yang melayang, hadir untuk menyampaikan cinta terhadap teman-teman, keluarga, dan pasangan.
Penampilan dari karya-karya Chiharu Shiota, menunjukkan bahwa emosional selalu terikat dalam pengalaman. Inspirasi Red String Theory menjadi dasar bahwa setiap keterikatan benang menjadi jaringan kenangan, rasa, dan masa lalu terhadap emosi seseorang, ingatan akan selalu menjadi sebuah ruang lama bagi individu saat melekatnya kejadian kolektif, Threads of Life menghadirkan pesan kuat, emosional, dan menyentuh secara apik bagi pengunjung yang menyaksikannya.
Foto-foto: southbankcentre.co.uk dan Instagram

