Art:1 New Museum Hadirkan Pameran Tunggal Chris Suharso bertajuk Perlawanan Melalui Tatapan: Impresi dan Citra Pascakolonial

Chris Suharso tentu bukanlah sebuah nama asing bagi dunia seni. Pelukis yang lahir di kota Solo pada tahun 1931 ini menyita perhatian kolektor melalui karya-karyanya yang bernuansa Mooi Indie. Mulai dari lanskap hingga portrait, karya Chris Suharso kaya akan pendekatan emosional dan refleksi. Bahkan kedua karyanya yang berjudul “Perahu Nelajan” dan “Kitanan” turut dimiliki oleh Presiden Soekarno dan pada akhirnya diabadikan dalam buku “Paintings and Statues from Collection of President Soekarno of the Republic of Indonesia”.

Art:1 New Museum turut serta merawat ingatan akan romantisme yang disampaikan Chris Suharso. Pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026, telah dibuka pameran tunggal Chris Suharso yang bertajuk: Perlawanan Melalui Tatapan: Impresi dan Citra Pascakolonial. Dalam pameran ini Art:1 New Museum bekerja sama dengan keluarga Chris Suharso dan menggandeng Dr. Mikke Susanto sebagai kurator.

Pameran ini menampilkan 47 karya yang merangkum keunikan relasi manusia dengan alam dalam kehidupan sehari-hari. Chris Suharso mengolah lanskap nusantara sebagai ruang batin bukan hanya sekadar dokumentasi topografis. Ia menciptakan soft resistance terhadap modernitas barat, khususnya impresionisme melalui pendekatan cahaya yang intim, ritme keheningan, dan sensitivitas lokal. Pendekatan ini menghadirkan “decolonizing the gaze”, sebuah cara pandang yang berangkat dari pengalaman Nusantara bukan dari norma representasi yang  diambil dari Eropa begitu saja.

Terdapat empat sub-kuratorial dalam pameran ini yang semuanya berfokus pada perjumpaan antara estetika,  spiritualitas, dan kritik kultural yang halus namun bermakna. Dalam pameran ini disertakan arsip buku, katalog, foto, kliping, dan publikasi langka yang menunjukkan perjalanan Chris Suharso, untuk menjadi pelengkap dalam penyusunan konteks sosial. Pameran ini dijadikan sebuah agenda pembuka menuju “Peringatan 100 tahun Chris Suharso” yang nantinya akan digelar di tahun 2031. Pameran ini telah berlangsung dari tanggal 17 Januari dan selesai 1 Februari 2026 lalu di Art:1 New Museum Jakarta, Indonesia.