Pameran Hoarse Horse: Dunia Hewan dalam Imajinasi

Bayangkan jika satu hari, kita memasuki dunia abstrak dengan sekumpulan hewan liar dan jinak. Imajinasi tersebut hadir dalam pameran karya Ida Lawrence di ISA Art Gallery, kehadiran karyanya menjadi sebuah visual yang terbayang saat memasuki dunia abstrak penuh hewan. Ida Lawrence membawakan seni sebagai kebahagiaan dan kejujuran, ini menjadi sebuah tantangan untuk melihat arti seni tidak hanya dari keteraturan, tetapi dari sebuah emosi kejujuran yang datang untuk mengekspresikan karya.

Penjelasan di lama Instagram @isaart.id mengatakan “Ida Lawrence menyatukan para pameran makhluk. Stylish Foxes, Guarded Birds of Prey, dan Raspy Equines berkumpul bersama-sama dalam seri lukisan cerita liar terakhirnya di ISA Art Gallery. Pameran ini menawarkan jendela ke naluri lukisan Lawrence: gambar, narasi, dan kegembiraan bahasa yang terjalin melalui gerakan dan irama. Dunianya lucu namun tidak nyaman, di mana humor dan ketegangan hidup berdampingan dengan warna yang semarak.” 

Banyak bentuk karya yang dipamerkan dalam pameran ini. Saat masuk, visual tersaji yaitu abstrak dan penuh filosofis sederhana namun kompleks, bentuk-bentuk penggambaran hewan yang pernah berinteraksi dengan Ida Lawrence dibuat sangat unik, seperti Hoarse Horse, Karla’s Fox Story, Trace Track Scratch Plat, No Fun No Joy, Superstiti, a Terrible Beast, dan sketsa-sketsa dari pengalaman masa kecilnya.

Kehadiran pameran tidak hanya soal karya lukis. Kegiatan ini menjadi sebuah perluasan, pada laman Instagram @isaart.id “Ekologi yang lebih luas dari pameran Hoarse Horse oleh Ida Lawrence di ISA Art Gallery, program publik mengundang pemirsa untuk terlibat dengan pameran di luar dinding galeri. Pembicaraan interaktif yang dipimpin seniman terungkap melalui dongeng bersama, dialog terbuka, dan tindakan partisipasi, menawarkan pengunjung pertemuan yang lebih dekat dengan ide-ide dan proses membentuk karya.

Respon sonik diikuti oleh musisi dan komposer Khaled Kurbeh, ditampilkan langsung di galeri. Menggambarkan lonceng sapi, kerah kucing, siulan panggilan burung, rekaman lapangan, dan tekstur akustik yang berimprovisasi, Khaled Kurbeh menyusun lanskap auditori yang imersif, beresonansi, dan bergetar di samping dunia Lawrence yang tidak tenang.”

Eksplorasi ini menjadi pengalaman luar biasa, dimana kehadiran karya tersebut menjadi terasa dekat dan tidak banyak pemaknaan rumit. Tetapi ini juga bisa menjadi teka-teki pada saat melihat maknanya, kerumitan itu hadir saat ketahuan jika maknanya berujung pada kebenaran dan kejujuran. Setiap melihat karya, pasti banyak makna yang berisi tentang sosial atau pembelajaran hidup, saat melihat karya pada pameran ini, makna pada sebuah karya bisa terbungkus dalam hal-hal terdekat kita dan sangat sederhana.

Pameran Hoarse Horse menyajikan abstraksi yang membuat ruang lingkup menjadi terasa berbeda. Karya abstrak dengan visual terlihat “simple” memperlihatkan sisi emosional dari latar belakang ceritanya, salah satunya terdapat pada karya bertuliskan No Fun! No Joy! yang menjadi pemantik untuk melihat dari penyampaian makna.

Dalam dokumenter Ida Lawrence di kanal YouTube pribadinya. Karya No Fun! No Joy! muncul pada sketsa bukunya yang berisikan berbagai coretan dan salah satunya berisikan kata-kata tersebut, karya tersebut juga terpampang sebuah tanda yang bergambarkan anjing dengan coretan, Ida Lawrence melihat tanda itu pada saat berada di Berlin dan berkata “itu terlihat sangat seru bagi saya, kemudian ada tanda silang merah besar di atasnya dan saya ingin melukis semua cara kejam untuk menafsirkan tanda itu.”

Karya tersebut terlihat berantakan dalam penyajiannya. Mungkin ini menjadi anggapan bahwa kegembiraan tidak terus hadir, terkadang dalam kejujuran rasa perlu disampaikan dengan emosi, itu sebuah titik penggambaran keadaan sosial sekitar. Tanda silang besar yang mencoret gambar anjing menjelaskan kegundahan perasaan disaat kegembiraan muncul dan tersapu oleh emosi lain.

Mengelilingi dunia abstrak yang penuh hewan menjadi suatu kegiatan baru, pengalaman luar biasa, dan melihat suatu makna sederhana. Kejujuran, kegembiraan, dan emosi untuk ekspresi menjadi pembeda pada pameran ini, rasa sedikit bingung pada dunia abstrak memang sedikit sulit memberikan makna pandang dan mencerna kembali setiap karyanya, Ida Lawrence berhasil menghidangkan rasa senang dan kejujuran dalam dunia masa kecilnya sekaligus pengalaman interaksi dengan hewan-hewan sekelilingnya.

Kategori pada karya abstrak, terutama karya seni lukis terbagi menjadi dua kategori. yakni ekspresionisme-abstrak dengan memanfaatkan garis dan warna yang lebih beragam serta dengan komposisi penataan yang disusun secara ekspresif, kemudian ada kelompok kedua yakni geometris-abstrak yang memanfaatkan bidang geometris seperti persegi,   segitiga,  lingkaran,  dan  lain-lain  yang  diterapkan  pada media lukisnya (Priyanto). Mungkin sajian di pameran yang berlangsung pada tanggal 30 September 2025 – 7 Februari 2026 berisi kategori geometris-abstrak, bisa dirasakan oleh siapa saja, banyak karya yang tidak hanya sebuah karya lukis, karya berbentuk spot permainan dan foto bisa digunakan oleh pengunjung. Bisa terbayang dahulu sebelum memasuki pameran ini, tentang dunia  abstrak imaji dengan sekumpulan hewan liar dan jinak.