
Ron Mueck, seorang seniman asal Australia yang kerap digadang-gadang akan karyanya yang hiperrealistis akhirnya kembali ke negara kelahirannya dengan membawa “Encounter”, sebuah pameran terbesar dan paling komprehensif yang pernah dipersembahkan di Australia. Diselenggarakan oleh Art Gallery of New South Wales di Sydney, ini adalah pertama kalinya karyanya dipamerkan di negaranya sendiri sejak tahun 2010. Pameran ini hanya berlangsung dari 6 Desember 2025 sampai 12 April 2026, dengan menampilkan lima belas karya eksklusif– suatu jumlah yang dapat dimaklumi mengingat karya-karya Mueck yang sangat teliti dan memakan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan–yang jarang atau belum pernah dipamerkan di Australia sebelumnya.
Pameran terbarunya di Seoul pada tahun ini di National Museum of Modern and Contemporary Art dan pameran tahun 2024 di Museum Voorlinden di Belanda menarik jumlah pengunjung yang memecahkan rekor, sebagaimana halnya pameran tur Fondation Cartier di Paris. Sejak itu karya-karya Mueck mendapatkan tempat dan penikmatnya tersendiri sehingga menjadikannya salah satu seniman yang kehadirannya sangat diantisipasi.
Mueck terkenal karena permainannya dengan skala ekstrem–dari yang membesar hingga tak wajar menjadi monumental, hingga yang mengecil menjadi mikro, efek-efek ini lebih dari sekadar trik visual. Ketika tubuh yang familiar didistorsi ukuran atau posisinya, mereka menciptakan momen dislokasi dalam ruang batin kita sebagai penikmat seni. Dalam konteks pameran ini, perubahan skala justru menjadi alat untuk membangun empati, ketidaknyamanan, dan rasa ingin tahu.
Dalam ruang Art Gallery of New South Wales Mueck memilih menyambut pengunjung dengan karyanya yang berjudul “Pregnant Woman 2002” sebuah figur perempuan yang menjulang tinggi (setinggi delapan kaki (±2,4 meter), tubuhnya tidak dibalut pakaian apapun, detail tubuhnya menarasikan bahwa ia sedang hamil usia lanjut, sikapnya tampak kuat dan mantap, seolah menolak berat perutnya yang membesar. Namun, keteguhan ini segera larut saat dilihat dari dekat, mata yang tertunduk dan ekspresi wajah yang menegang justru menyiratkan kelelahan, kerentanan, dan keraguan, bukan kebanggaan. Karya monumental ini membawa pengunjung ke dalam narasi ambigu yang masih manusiawi. Setiap bagian tubuhnya menyiratkan hal-hal yang sangat dekat dengan kondisi manusia, sebagaimana karyanya ingin terlihat hidup–atau bahkan hampir hidup. Karya ini menjadi simbol kesuburan dan penciptaan kontemporer.
Karya berikutnya yang banyak mencuri perhatian pengikutnya dalam pameran ini adalah “Havoc 2025”. Karya baru betajuk instalasi miliknya ini memukau pengunjung dengan menghadirkan sekelompok anjing yang sedang berperang dalam ukuran hampir sebesar tubuh manusia dewasa. Berbeda dari figur-figur manusia yang cenderung diam dan memaksimalkan pendekatan emosional yang introspektif, Havoc membawa kita ke ruang yang penuh ancaman, di mana bentuk menjadi simbol intense sumber ketakutan dan rasa khawatir manusia. Dalam instalasi ini Mueck seperti sengaja membuat terror setelah beberapa karya yang dia rasa cukup hangat dan melankolis.

Dilanjutkan dengan karya lain Mueck yang masih menjadi sorotan dalam pameran ini, “Woman With Sticks 2009”, figur ini tampak seolah melangkah langsung keluar dari sebuah dongeng. Perempuan ini tampak memikul sebuah tugas yang kita bayangkan harus terus diulang–memperlihatkan jejak dari kerja-kerja berat tersebut melalui postur tubuhnya yang membungkuk dan goresan-goresan halus di kulitnya. Detail yang luar biasa realistis kembali dilantangkan Mueck lewat goresan kulit yang sangat terukur dan bahkan nyaris sempurna, sepasang matanya pun seperti menyimpan kehidupan–berkilat dan penuh kesadaran.

Ruang pameran ini ditutup dengan karya “Old Women in Bed 2000/2002”, karya ini lahir dari sebuah pengalaman personal Ron Mueck—kunjungannya ke seorang kerabat di rumah sakit. Dari momen yang sangat sederhana itu, Mueck menghadirkan salah satu karya paling sunyi sekaligus paling menggugah penggemarnya serta pengunjung lain Encounter. Tidak ada gestur dramatis, tidak ada ekspresi berlebihan—hanya sebuah tubuh renta yang terbaring, kecil, dan nyaris tenggelam dalam selimut. Skala figur ini begitu mungil dan rapuh, mengingatkan kita pada tubuh seorang bayi, namun keadaannya berada di ujung kehidupan yang sepenuhnya berlawanan. Kerapuhan figur ini diperjelas dengan ukuran yang kecil dan juga makna berlawan dari “kelahiran” Ron Mueck: Encounter bukan sekadar pameran patung—ia adalah ruang pengalaman, di mana realisme dan simbolisme bersatu untuk mengajak kita merenungkan kembali tubuh, emosi, dan posisi kita dalam dunia modern. Pameran ini memberikan kesempatan luar biasa untuk menyaksikan karya seorang seniman besar Australia dalam skala yang luas dan mendalam di tanah kelahirannya.
Foto-foto: via artgallery.nsw.gov.au & australianbookreview.com.au

