
Ketika Festival Musik Berubah Menjadi Galeri Seni
Coachella selalu punya cara untuk membuat orang terpukau. Bukan hanya karena lineup musiknya yang menggiurkan, tapi karena festival yang digelar di padang pasir California ini sejak lama juga menjadikan seni instalasi sebagai bagian tak terpisahkan dari identitasnya. Di edisi 2026 ini, yang berlangsung pada 10–12 April dan 17–19 April, beberapa karya seni berskala monumental kembali hadir — dan salah satunya langsung mencuri perhatian dunia seni internasional.

Maze: Ketika Gurun Masuk ke Dalam Labirin
Di antara deretan instalasi yang dipamerkan tahun ini, karya Sabine Marcelis berjudul Maze adalah yang paling banyak diperbincangkan. Desainer berbasis Rotterdam ini, yang dikenal karena karyanya dengan cahaya, menciptakan instalasi berbentuk labirin dari tabung-tabung besar berwarna oranye dan kuning yang menggelembung. Dari kejauhan, struktur itu tampak seperti fatamorgana — begitu khas gurun, begitu asing sekaligus.
Terinspirasi dari kontur alami Lembah Coachella, bentuk-bentuk PVC melengkung karya ini menjulang dengan ketinggian bervariasi dan bergeser warnanya dari kuning pucat di bagian tepi hingga merah tua di bagian inti. Hasilnya adalah lanskap bertingkat yang lembut, menyaring cahaya dan suara di siang hari, serta menyediakan kantong-kantong teduh untuk beristirahat dan merenung.
Tapi jangan salah — ini bukan sekadar peneduh yang cantik. Marcelis memiliki visi yang jauh lebih dalam. “Saya ingin menciptakan gerakan pegunungan dan membangun suasana yang terasa sangat terisolasi dari sekitarnya, karena begitu masuk ke dalam, kamu benar-benar terkurung dinding. Saya ingin menciptakan perasaan dikelilingi, sama seperti Lembah Coachella yang dikelilingi oleh pegunungan,” ungkap Marcelis.
Proses menciptakan Maze sendiri bukan perjalanan yang singkat. Dari gagasan hingga pemasangan, Maze membutuhkan waktu satu tahun untuk diselesaikan. Prosesnya dimulai dengan riset saat kunjungan pertama Marcelis ke lokasi festival tahun lalu. Ia mengerjakan sketsa dari April hingga Juli sebelum masuk ke tahap produksi, dan selesai pada akhir 2025. Bahkan, kurang dari 24 jam sebelum pintu festival dibuka, Marcelis baru pertama kali melihat karyanya terpasang secara utuh.
Yang tak kalah menawan adalah transformasinya saat malam tiba. Di malam hari, instalasi ini berubah menjadi oasis yang bercahaya: struktur-struktur menggelembung itu bersinar dari dalam, mengubah labirin menjadi lanskap yang hangat dan memancar. Cahaya berdenyut di balik dinding-dinding PVC, menciptakan sebuah dunia lain yang hanya bisa dirasakan, bukan sekadar dilihat.
Marcelis sendiri punya harapan sederhana namun bermakna untuk siapapun yang masuk ke dalam Maze. “Ini bukan dimaksudkan sebagai momen Instagram,” tegasnya. “Saya ingin pengunjung festival merasa diselimuti oleh instalasi ini dan benar-benar merasakan momen ketenangan dan keajaiban di antara momen ketika mereka menikmati musik.” Di zaman ketika hampir setiap sudut festival dijadikan konten, pernyataan ini terasa seperti ajakan yang segar — dan berani.

Do LaB: Dua Dekade Membangun Semesta Elektronik
Jika Maze adalah perbincangan baru, maka Do LaB adalah legenda yang terus tumbuh. Studio desain berbasis LA ini telah menjadi salah satu panggung yang paling banyak dicari di Coachella. Bukan tanpa alasan. Selama dua dekade, Do LaB telah konsisten menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar panggung musik — mereka membangun semesta.
Setiap tahun, Do LaB menghadirkan desain imersif yang menarik pengunjung masuk ke dalam alam tersendiri, di mana musik elektronik menjadi hukum tertinggi. Mereka tidak hanya mengurasi lineup dengan cermat, tapi juga memastikan bahwa setiap elemen visual dan arsitektural berbicara dalam bahasa yang sama: eksperimental, berani, dan tak terduga. Tak heran jika dari panggung inilah kerap muncul penampilan kejutan yang kemudian menjadi cerita yang diteruskan dari mulut ke mulut — dari Billie Eilish hingga Skrillex pernah tiba-tiba hadir di sana.

Seni yang Tumbuh dari Tanah Festival
Coachella 2026 sekali lagi membuktikan bahwa festival musik bisa menjadi ruang seni yang sesungguhnya. Bekerja sama dengan programer seni Public Art Company (PAC), Coachella Art mendukung tiga instalasi utama untuk festival musik ini setiap tahunnya. Selain Maze karya Marcelis, tahun ini juga hadir Starry Eyes oleh arsitek Kyriakos Chatziparaskevas — struktur-struktur geometris yang terinspirasi dari kaktus barrel, menjulang hampir 40 kaki dengan lubang berbentuk bintang di puncaknya yang membingkai langit — serta Visage Brut karya The Los Angeles Design Group.
Yang menarik, karya-karya ini tidak lahir dalam sekejap. Setiap tahun, pendiri PAC Raffi Lehrer dan Direktur Seni Goldenvoice Paul Clemente bekerja sama dengan para seniman untuk mempertimbangkan keberlangsungan instalasi-instalasi masif ini, yang bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk direncanakan dan dikembangkan. Beberapa karya bahkan kemudian dipindahkan ke ruang publik di sekitar wilayah tersebut, menjadi bagian permanen dari lanskap budaya California.
Di sinilah letak keindahan sejati Coachella sebagai ruang seni: festival ini tidak hanya menghadirkan karya sesaat yang lenyap bersama konfeti. Ia menanam benih-benih seni di padang pasir, dan sebagian dari benih itu terus tumbuh, jauh setelah musik terakhir berhenti bergema.
Coachella Valley Music and Arts Festival 2026 berlangsung pada 10–12 April dan 17–19 April di Empire Polo Field, Indio, California.
Foto-foto: Instagram/@coachella.

