“Sexy Robot” Karya Hajime Sorayama Mencuri Perhatian di Konser “After Hours til Dawn Tour” The Weeknd

Foto: X/@TheWeekndOnl

Gemerlap cahaya futuristik menghiasi malam Jakarta pada akhir September lalu. Musisi solo pria asal Kanada The Weeknd menggelar konser bertajuk After Hours til Dawn Tour yang mengguncang Jakarta International Stadium, tanggal 26 dan 27 September 2026 merupakan waktu yang paling dinantikan oleh seluruh penikmat musik R&B alternatif dan elektropop. Pasalnya konsep yang dibawakan oleh musisi bernama asli Abel Tesfaye tersebut, mengusung panggung bernuansa hijau dengan efek asap tipis, membangun suasana musik dansa elektronik semakin terasa layaknya klub malam mewah temporer.

Pagelaran konser ini merupakan lanjutan dari tur konser The Weeknd yang diluncurkan dari tahun 2022 untuk merayakan trilogi albumnya sendiri, yaitu After Hours (2020), Dawn FM (2022), dan Hurry Up Tomorrow (2025). Tur ini sudah menaklukan banyak benua di dunia, pertama kali dilakukan di Amerika Utara, berlanjut di Eropa, UK, Amerika Latin, dan Australia. Sebagai penutup rangkaian tur yang meraup milyaran Dollar ini, The Weeknd meletakkan Asia sebagai garis akhir sebelum melambaikan tangan sesudah turnya tahun ini.

Tokyo menjadi tempat pertama bagi The Weeknd untuk membuka album populernya sebelum menyambangi Jakarta. Hingga saat ini tur konsernya masih berlanjut dan berakhir di Kuala Lumpur Malaysia pada awal November nanti, rangkaian tur The Weeknd banyak memotret momen ikonik, dari cahaya laser, asap dari panggung, kostum nyentrik sang musisi, dan paling banyak membuat penonton tercengang adalah instalasi patung setinggi 12 meter. Patung tersebut menjadi perbincangan warganet di dunia maya dan penonton yang langsung menyaksikannya, karena dalam rangkaian tur musiknya, patung tersebut selalu dibawa sekaligus menjadi sebuah titik tengah di panggung After Hours til Dawn Tour. 

Foto: X/@TheWeekndOnl

Instalasi patung tersebut bernama “Sexy Robot” merupakan karya dari seniman Jepang Hajime Sorayama. Patung Sexy Robot ini memiliki tinggi 12 meter dengan berlapis emas metalik, rancangan Sorayama pada patung ini membentuk sebuah anatomi tubuh manusia yang hadir dalam teknologi kinetik modern, sehingga bisa berputar 360 derajat, menghasilkan efek asap tebal, menyemburkan api dari pinggir panggung, dan memancarkan sinar laser lewat bagian mata secara presisi sepanjang konser. Instalasi patung “Sexy Robot” ini membawa kesan dramatik, elegan, dan distopia saat penikmat konser melihatnya.  

Hajime Sorayama menghadirkan karyanya dalam bentuk metalik robot futuristik. Berangkat melalui lukisan hiperealistis tentang wanita metalik sejak tahun 1983, dimana saat itu robot digambarkan sebagai sosok kaku, fungsional, dan tidak berperasaan, hal ini membuat Sorayama merefleksikannya menjadi sebuah pembeda, ia kemudian mengkreasikan menjadi ramping, lentur, dan cerdas sekaligus menggoda. Secara visual dari karyanya, sang seniman memang merepresentasikannya dalam bentuk robot seksi, tetapi tidak serta-merta menyinggung kelompok manapun, justru Sorayama menciptakan bahasa visual yang benar-benar baru, membangung arketipe ikonik dalam budaya pop, dan mengaburkan batas antara manusia dan mesin jauh sebelum batas tersebut menjadi kabur.

Foto: nanzuka.com 

Pada pameran tunggal terakhir Hajime Sorayama pada Maret hingga Mei lalu berjudul “Sorayama: Light, Reflection, Transparency” di Creative Museum Tokyo, menghadirkan berbagai lukisan dan instalasi patung yang membawa estetika Perpaduan bentuk sensual dan permukaan logam berkilauan. Pameran retrospektif ini membawa esensi seniman yang meninggalkan jejak abadi dalam fiksi ilmiah, desain, dan budaya pop. Dari menelusuri asal-usul citra Sorayama lewat anjing robot dan musik rock n roll hingga mengeksplorasi artistik masa depan yang menyiratkan kehidupan biologis dan mesin luluh menjadi satu, gelaran pameran tunggal ini membawa pengunjung untuk merefleksikan estetika futuristik lewat karya yang menghadirkan visual metalik dan memantik sebuah pertanyaan tentang apakah teknologi bisa melampaui manusia? Apakah kecerdasan buatan dapat berdampingan dengan manusia dalam kehidupan baru saat ini?

Keselarasan seni Hajime Sorayama sesuai dengan visi tur konser bertema futuristik yang digarap oleh The Weekend. Instalasi patung “Sexy Robot” yang ada di konser After Hours til Dawn Tour berhasil mencuri perhatian penonton seluruh dunia dan membawa lebih dekat sebuah karya seni ke dalam budaya pop, kolaborasi ini tidak sekadar pajangan biasa, tapi juga membawa estetika enerjik sekaligus pengalaman visual yang sangat memanjakan.  Apresiasi diberikan oleh warganet lewat komentarnya di laman Instagram pribadi sang musisi saat instalasi ini sedang dipamerkan pada pertunjukan konsernya.