
Ketika foto menangkap momen, bordir memberikannya warna yang lebih nyata.
Sebelum benang ditarik, setiap titik di atas kertas lebih dulu ditembus dengan punzón, alat penusuk buatan sendiri, menurut tulisannya. Begitulah Valeria Duque, fotografer asal Medellín, Kolombia, memulai setiap karyanya: menusuk foto cetak, lalu menyulamnya dengan tangan. Teknik yang dikenal sebagai photo embroidery atau bordir foto ini membawa karyanya ke sejumlah media seni dan sebuah podcast kerajinan, meski langkah awalnya justru berangkat dari jalur yang jauh dari dunia benang.
Valeria semula tidak merencanakan karir kreatif. Dalam catatan yang dimuat situs encontactovital pada Desember 2021, ia mengaku sejak kecil buruk dalam kerajinan tangan, lalu memilih kuliah kedokteran hewan karena ingin fokus pada hal yang ia kuasai. Satu kursus fotografi dasar menjelang kelulusan mengubah arahnya. Profil Zenfolio-nya mencatat ia belajar fotografi di Escuela Argentina de Fotografía, sementara Neatorama menyebut ia menekuni fotografi perjalanan, pernikahan, dan fesyen.

Bordir hadir sebagai penawar perfeksionismenya. Di blog perjalanannya, Valeria menulis bahwa ia mulai menyulam sekitar lima atau enam tahun sebelum Oktober 2022, justru karena mencari sesuatu yang bisa ia kerjakan dengan buruk. Kegiatan itu, tulisnya, berubah dari sekadar hobi menjadi terapi. Pada catatan 2021, ia menggambarkan niatnya masuk kelas bordir sebagai kesempatan untuk “mengerjakannya dengan buruk dan melihat bahwa tidak terjadi apa-apa”.
Menusuk Foto, Satu Titik demi Satu Titik
Sejak memegang jarum pertama kali, Valeria ingin menyulam fotonya sendiri. Keinginan itu baru terwujud pada 2020, ketika karantina Covid-19 membatasi gerak banyak orang. Ia menyulam cetakan fotonya di atas kertas Fuji Velvet. Seluruh rangkaian yang diberi judul Paper, thread, scissors itu, menurut portofolionya, dikerjakan selama karantina tersebut. Ia menjelaskan prosesnya yaitu tiap tusukan dilubangi dengan punzón buatan sendiri, lalu benang ditarik dengan irama yang stabil. Ia mengaku menyulam begitu intens hingga tendinitis di kedua lengannya membuatnya berhenti hampir sebulan.

Salah satu seri yang menonjol adalah Apa, yang berarti “air”, dengan para perenang yang terlihat dari atas. Menurut theinspiration.com, sulaman benang DMC Mouliné di atas kertas Artistic Velvet mengubah permukaan air menjadi pola bertekstur menyerupai piksel. Karya perenang kedua berukuran 40 x 26 cm dan merupakan bagian dari triptych yang diharapkan Duque segera rampung. Selain meniru gambar fotografis dalam bentuk benang, ia juga menambahkan warna yang tidak ada pada foto aslinya, menurut Neatorama.
Hal yang Membuatnya Istimewa
Profil Behance Valeria menyebut ia sengaja menyulam cetakan fotonya untuk keluar dari batasan tradisional medium fotografi, dan tiap karya, karena dikerjakan sepenuhnya dengan tangan, bersifat unik. Alasannya karena kamera hanya merekam apa yang benar-benar ada, sedangkan bordir memberinya cara untuk mengintervensi foto, mewujudkan dunia perempuan yang penuh alam dan busana dari zaman lain yang mustahil direplikasi di dunia nyata.

Inspirasinya juga datang dari budaya masyarakat adat di kawasannya, misalnya pemanfaatan kakao oleh bangsa Maya, menurut Neatorama. Seri Nativa menampilkan tanaman sulaman seperti kakao dan Musa velutina. Valeria juga pernah menggelar lokakarya fotobordado yang terbuka bagi peserta tanpa pengalaman bordir maupun fotografi, menurut Vivir en El Poblado.
Dalam podcast mixed color edisi 31 Oktober 2024, deskripsi episodenya menyebut Valeria memandang bordir dan fotografinya sebagai “menulis dengan cahaya”, sesuai asal kata fotografi, sambil membahas alam, komunitas adat, kecerdasan buatan, dan pentingnya merawat kerajinan tangan.


Bagi fotografer yang sejak kecil merasa buruk dalam urusan kerajinan, pernyataan itu terasa seperti lingkaran yang menutup: cahaya yang direkam kamera akhirnya dilengkapi benang yang ditarik dengan sabar. Sebelum benang itu lewat, selalu ada satu lubang kecil dari punzón, dan di sanalah, titik demi titik, sebuah foto selesai.
Foto-foto: Valeria Duque